Mengatasi Hipertensi Dengan Obat Kimia Tidaklah Baik, Baca Pengalaman Nyata Mereka Mengatasi Tekanan Darah Tinggi Dengan Bahan Alami

“Kandungan “Proxeronine” Memulihkan Pembuluh Darah dan Otot-Otot Jantung Yang Rusak, Meningkatkan Fungsi Nadi Koroner, dan Menghambat Kembalinya Serangan Jantung Lanjutan…” terang Dr. dr. Amarullah H. Siregar, DIHom, DNMed, MSc, MA, PhD

Pengalaman Nyata Drs. R. Clemens Simanullang, MM. Menangani Hipertensi Akibat Pola Makan Hidup Yang Tidak Dijaga.

 

Pola makan kita sehari-hari yang jauh dari teratur dan sehat kerapkali menjadi penyebab munculnya penyakit. Banyak hasil riset yang menyatakan bahwa semua penyakit yang mendera tubuh bermula dari pola makan yang tidak sehat. Pengalaman itulah yang mendera Drs. R. Clemens Simanullang, MM. Komplikasi Jantung, Stroke dan Hipertensi yang dialaminya pada tahun 2006 silam diakuinya karena kegemarannya melahap banyak jenis makanan tanpa diimbangi pola hidup sehat.

“Saya pecinta makanan enak, tapi saya paling malas jika disuruh berolahraga,” Tandasnya. Awalnya tekanan darah yang tinggi tidak menjadikan Clemens khawatir akan terjadinya komplikasi jantung. Ia yakin bahwa, hal itu tidak akan terjadi. Tepat pada 2 April 2006 silam, tekanan darah tinggi Clemens, membuat ayah 4 orang anak ini harus dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. “Saat itu kepala saya terasa pusing, lalu tiba-tiba gelap. Saat sadar, saya sudah berada di tempat tidur dengan selang dihidung,” ceritanya. Saat itu juga Clemens mulai menghadapi kenyataan berat. Sebagian tubuh kirinya mati rasa, bicaranya tidak sempurna karena lidahnya kelu. Dan Clemens harus rela terbaring di rumah sakit selama sebulan. Tapi kini Clemens telah kembali bugar seperti sedia kala.

“Pada september 2008 lalu saya dikenalkan Tahitian Noni Juice yang menjadi perantara kesembuhan saya, dengan mengkonsumsi Tahitian Noni Juice 2×30cc sehari. Tubuh saya kembali normal dan membaik. Bahkan tekanan darah saya stabil dan saya tidak perlu merasa khawatir lagi,” Terangnya. Kini Clemens lebih menghargai hidup sehat. Makanan apapun boleh Ia makan asal sesuai dengan takaran atau porsinya. ”Sehat lebih penting ketimbang mengikuti keinginan mulut. Tapi lebih bijak lagi jika Tahitian Noni Juice menjadi minuman sehari-hari kita. Karena itu lebih baik ketimbang kopi.”

Pengalaman Nyata Herianto Chong Mengatasi Darah Tinggi

 

Pada bulan desember 2009, sehabis pulang dari Pontianak, kaki Herianto menjadi lemas. Pengobatan dengan produk-produk tradisional cina dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut. Namun karena terlalu banyak mengkonsumsi obat cina, bukannya semakin membaik malah menimbulkan penyakit lain, yaitu darah tinggi yang menyebabkan Herianto tidak bisa tidur 4 hari 4 malam sehingga harus diopname di rumah sakit.

Diagnosa dokter menyatakan bahwa Herianto mengidap penyakit darah tinggi dan pembengkakan jantung sebelah kiri yang menyebabkan sesak di dada setiap kali bangun dari tempat pembaringan dan kaki lemas. Lebih parah lagi herianto menjadi tergantung dengan obat tidur. Hal ini terus berlangsung hingga 9 bulan.

“Kita terus kontrol ke rumah sakit, tapi tidak ada hasilnya. Pada bulan September 2010, aku dikenalkan Tahitian Noni oleh seorang teman, “ katanya sambil tersenyum.

Bertemu Tahitian Noni Juice

Kesaksian positif dari teman-teman Herianto yang mengidap sakit parah meyakinkan beliau mencoba Tahitian Noni Juice. Setelah mengkonsumsi 2 botol dengan dosis 3 x 40ml dan menjalankan pantangan yang disarankan oleh dokter, seperti tidak mengkonsumsi makanan dengan penyedap rasa ataupun segala jenis mie dan roti, darah tinggi Herianto berangsur – angsur normal dan rasa sesak di dada hilang. Bahkan kini Herianto sudah bisa kembali naik sepeda. Selain itu beliau juga terbebas dari obat tidur berkat Tahitian Noni Juice yang memberikan kualitas tidur jauh lebih baik. “Terima kasih kepada Tahitian Noni Juice, sungguh produk yang luar biasa. Tahitian Noni Juice bukan hanya memperbaiki kesehatanku tapi juga memberikan penghasilan yang memuaskan bagi anakku yang sekarang berfokus pada bisnis Tahitian Noni Juice. Tahitian Noni Juice memang berbeda dengan bisnis MLM yang lain” demikian kesan Herianto menutup pembicaraan.

Penanganan Penyakit Jantung dan Hipertensi Pengalaman Pak Wasito

 

Pantang makan di usia lebih dari 50 tahun rasanya sudah hal lumrah dalam menjaga kesehatan. Tapi tidak bagi Wasito, 62 Tahun yang Mei lalu mendapat serangan jantung dan harus menginap di Rumah Sakit Gatot Subroto selama lebih dari 40 hari. Layaknya penderita jantung, seharusnya Wasito harus memantang makanan yang mampu menyebabkan serangan itu kembali lagi. Termasuk menderita hipertensi, karena tekanan darahnya mencapai angka 240/200.

Tapi setelah Wasito rajin mengonsumsi Tahitian Noni Juice sekitar awal Juli, angka tekanan darahnya tidak bergeming dari 120/80. Menurut Ervina Meilani, 31 tahun, putri Wasito, ia dan keluarganya harus bersiap mengikhlaskan ayahnya, karena tim dokter yang merawatnya menyatakan bahwa pembuluh darah pada jantung ayah mereka dapat pecah sewaktu-waktu. “Efeknya fatal dan ayah bisa meninggal”, ujar Ervina. “Alhamdulillah, mama saya mendapatkan sebuah brosur tentang Tahitian Noni Juice. Kami memutuskan untuk mencobanya.”, cerita Ervina.

Setelah mengonsumsi Tahitian Noni Juice 2×30cc dalam sehari, perubahan drastis langsung terjadi pada Wasito. Keinginan untuk makan menjadi lebih besar. Pada hari kedua mengonsumsi, badannya sudah tidak lemas lagi, “Bahkan Papa sudah bisa naik tangga di rumah. Dan hari ketiganya ia sudah bisa menggendong cucunya.”, tegas Ervina. Perawatan yang dilakukan Tahitian Noni Juice terhadap serangan jantung dan tekanan darah tinggi Wasito, membuat ia menjadi orang tua yang tidak seperti orang tua lainnya yang harus memantang makanan, demi menjaga kesehatan. “Papa sering makan daging-dagingan, tapi Alhamdulillah tensinya tetap stabil dan tidak ada masalah dengan kesehatannya.”, terang Ervina yang selalu menyediakan Tahitian Noni Juice di rumahnya. “Saya menyediakan satu orang satu botol untuk kita konsumsi setiap hari. Selain khasiatnya bagus, bisnisnya sangat menggiurkan”.