SEMBUH DARI GLUKOMA  | TESTIMONI KESEMBUHAN IBU PICAY

 

PATENT TAHITIAN NONI JUICE TERBUKTI PADA MAMA

Seiring bertambahnya usia, kinerja organ tubuh semakin berkurang. Kesigapan dan kemampuan yang diberikan masing-masing organ perlahan menurun. Secara alami, manusia akan mengalami hal tersebut. Tapi itu bukanlah hal yang harus ditakuti, karena semua ada solusinya.

Mengatur pola hidup sejak dini merupakan langkah bijak dalam mengantisipasi penurunan fungsi organ tubuh lebih cepat. Kalaupun hal itu sudah dibilang terlambat, kita bisa mencari solusinya dengan langkah yang harus lebih bijak. Seperti yang dialami oleh Ibu Picay.

Melalui anaknya Rama Hadas, 59 tahun, Ibu Picay mengisahkan tentang perjuangannya melawan glukoma yang mendera matanya selama ini.

Sebagai istri seorang perwira, mendapatkan fasilitas pengobatan secara gratis sudah semestinya diterima mama saya. Namun menjelang akhir tahun 2009 lalu, mama saya mendapatkan informasi yang mengecewakan dari sebuah rumah sakit di Jakarta. Dia berujar pada saya bahwa, glukoma yang ada dimatanya sudah percuma dioperasi.

Sebagai pengamat kedokteran dan dokter mental, saya memberikan informasi yang gamblang kepada mama saya. “Mah, dokter mama itu tidak jujur. Sebetulnya bukan percuma, tapi memang Glukoma menurut pengertian pakar dari seluruh dunia, sudah sangat sulit dikembalikan fungsinya,” saya berusaha memberikan pengertian sampai mama saya mengerti. Mama syok mendengarnya.

Singkat cerita saya diundang ke kantor Tahitian Noni Independen [TNI] untuk mengetahui khasiat dan manfaat Tahitian Noni Juice. Betapa kagetnya saya, bahwa jus noni dari Tahiti yang bukan tergolong obat medis, memiliki Patent yang sudah diuji coba dan berhasil pada penyakit Glukoma. Semakin tertarik menelusurinya, semakin mengerti saya bagaimana Tahitian Noni Juice tersebut.

Berbekal dosis meneteskan Tahitian Noni Juice [cairan yang bening] ke mata mama saya pada pagi dan sore hari serta meminumkannya satu sendok makan 3 kali sehari membuahkan hasil. Tiga hari setelah mengonsumsi, mama mengatakan bahwa di dalam matanya ada yang bergerak. Saya berfikir khasiatTahitian Noni Juice sedang bekerja. Sepuluh hari berikutnya, mama sudah bisa membedakan warna taplak meha yang ada di teras serta membedakan warna baju saya. Dua puluh hari berikutnya lensa mata mama sudah berangsur mengembalikan fungsinya, kini mama sudah bisa melihat tubuh walaupun belum fokus.

Tidak hanya glukoma yang dibenahi Tahitian Noni Juice dalam tubuh mama saya, bahkan syaraf dan otot mama yang sempat bermasalah karena efek stroke yang menderanya sebanyak 3 kali pun ikut dibenahi. Tadinya kalau mama saya naik taksi kaki kanan harus diangkat lebih dulu. Tapi sekarang, dia bisa mengangkat kakunya untuk masuk kedalam mobil.

Jadi terbukti bahwa Tahitian Noni Juice, tidak hanya membantu membenahi sel-sel tubuh, namun juga organ yang merupakan muara sel juga ikut dibenahi Tahitian Noni Juice. Dan secara langsyng saya ungkapkan bahwa Paten yang terdapat pada Tahitian Noni Juice benar adanya serta terbukti secara langsung, khususnya pada keluarga saya terlebih pada mama tercinta. Terima kasih Tahitian Noni Juice.

OBAT GLUKOMA, OBAT RETINAL DETACHMENT | TESTIMONI KESEMBUHAN SRI ENDAH

 

 

Mata adalah karunia terbesar dari Tuhan YME kepada umatnya di dunia, agar kita dapat melihat keindahan ciptaanNya. Namun apa yang terjadi jika Tuhan berkehendak lain. Maka dunia ini akan sangat gelap.

Inilah yang hamper terjadi pada Sri Endah, 57 tahun. Mata kirinya sudah mengalami glukoma atau mencairnya/ mengkristalnya cairan di mata, sehingga merusak retina dan tidak mampu menciptakan kamera yang bisa menangkap objek yang dilihat. Sehingga pandangan tampak kabur atau menjadi gelap. “Saya pasrahkan glukoma tersebut sejak hampir 3 tahun yang lalu. Tapi ada hal yang membuat saya kaget, saat saya memeriksakan mata sebelah kanan, dokter mendiagnosa bahwa sel-sel yang menghubungkan antara bola mata saya – sebelah kanan, yang masih normal dan sehat – dengan tengkorak kepala saya sudah rusak menyebabkan bola mata saya bisa lepas dari mangkoknya,” terang Sri memulai ceritanya.

Gejalanya datang dengan cepat saat itu, Sri yang sedang bersantai dirumah tiba-tiba mengalami pandangan yang kabur dan gelap. Ditengah kekalutannya menghadapi serangan mendadak tersebut, Sri mencoba tenang dan berbaring di kamarnya. Selang setengah jam, ia mencoba bangkit dan meminta tolong kepada keponakannya untuk menelepon dokter mata langganannya. “Saya sedikit syok begitu tahu dokter saya cuti sehingga baru akan kembali beberapa minggu. Saat itu saya teringat bahwa saya punya Tahitian Noni Juice.” Tanpa menunggu waktu, Sri langsung berkonsultasi dengan Nina Sarungu, Nutritionist Tahitian Noni Independen Indonesia dan menceritakan kejadian yang menimpanya. Berbekal informasi dari Nina, Sri mengonsumsi Tahitian Noni Juice dengan dosis 2x60ccperhari dan meneteskan Tahitian Noni Juice yang bagian atasnya (cairan yang bening) di matanya pada pagi dan sore hari sebanyak 2 tetes.

Sambil menenangkan diri Sri mencoba mencari dokter mata lainnya untuk memeriksakan kondisinya. Setelah berhasil, maka vonis yang didengarnya adalah adanya kerusakan sel mata, sehingga menyebabkan bola matanya terlepas dari mangkok tengkoraknya. ”Atau bahasa dokternya Retina Detachment,” terang Sri. Namun Sri mempercayakan Tahitian Noni Juice sebagai solusi atau membantu meningkatkan kesembuhannya. Bahkan ia menanyakan hasil medis yang didapatkannya dari dokter mata kepada Dr. Amarullah di TNI saat acara Health Talk.

“Dr Amarullah memberikan informasi kepada saya bahwa, untuk memperbaiki sel, butuh waktu 100 hari. Benar saja di bulan Agustus, mata saya sudah mulai membaik. Bahkan mata kiri saya yang mengalami glukoma terlebih dulu juga ikut membaik. Puji Tuhan, ternyata Tahitian Noni Juice sangat luar biasa dan memang benar paten Tahitian Noni Juice tentang glukoma dan memperbaiki sel. Terima kasih Tahitian Noni Juice.”